BAGAIMANA MENJADI PENAKLUK MASALAH KEHIDUPAN

PENAKLUK MASALAH KEHIDUPAN

Pernahkah Anda membayangkan hidup tanpa masalah sedikit pun? Banyak orang pasti pernah menginginkannya—dan itu sangat manusiawi. Namun kenyataannya, selama manusia masih hidup di dunia, masalah tidak akan pernah benar-benar hilang. Kesulitan, tekanan, dan pergumulan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap orang. Bahkan mereka yang hidup benar di hadapan Tuhan pun tidak luput dari berbagai kemalangan, seperti yang ditegaskan dalam Kitab Mazmur ...

Mazmur 34:20a, “Kemalangan orang benar banyak,”


Karena itu, saat kita menyadari bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan, satu-satunya pilihan bukanlah lari menghindar, melainkan belajar menghadapi setiap kesukaran dengan iman, keberanian, dan ketekunan sampai kita mampu mengalahkannya.

KRONOLOGI KEKALAHAN

Berdasarkan ayat tersebut, umat Tuhan sejatinya tidak mudah dihancurkan oleh persoalan hidup. Mereka baru dapat dikalahkan ketika tanpa pengetahuan dan hikmat rohani. Karena itu, iblis dan setan-setan lebih sering berusaha membuat umat Tuhan hidup tanpa hikmat, bingung, dan tidak memahami kebenaran firman Tuhan.
Hosea 4:6, “Umatku dihancurkan karena tanpa pengetahuan; …” KJV
Kita semua tentu mengenal kisah ketika Daud menumbangkan Goliat. Di hadapan Daud berdiri seorang raksasa setinggi hampir tiga meter—sosok yang bagi banyak orang tampak mustahil untuk dikalahkan. Secara manusiawi, Daud nyaris tidak memiliki “modal” untuk menghadapi lawannya. Ia bukan prajurit perang berpengalaman, tidak mengenakan baju zirah, dan hanya membawa umban di tangannya. Sebaliknya, pasukan Israel yang dikenal sebagai “tentara Allah yang hidup” justru diliputi ketakutan dan gentar menghadapi ancaman Goliat.

Banyak orang memahami bahwa kemenangan Daud terjadi karena kuasa Roh Kudus, dan hal itu memang benar. Namun, ada faktor lain yang sering luput diperhatikan, yaitu pengetahuan atau hikmat yang benar. Inilah yang membedakan Daud dari sebagian besar pasukan Israel. Daud tidak memandang Goliat hanya dengan mata jasmani seperti yang dilakukan orang lain. Karena itulah, dengan penuh keyakinan Daud berani mengucapkan perkataan berikut kepada Goliat:
1 Samuel 17:47, “bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran”.


Kalimat Daud menunjukkan pengetahuan/hikmat yang dimilikinya tentang hal kemenangan dalam pertempuran. Tentang bagaimana melibatkan Tuhan dalam pertempuran.
Pengkotbah 9:18, “Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, …”
Hikmat yang benar membuat Tuhan dan kuasa-Nya dapat bekerja melalui Daud hingga raksasa Goliat akhirnya roboh di medan pertempuran. Bayangkan seandainya Daud tidak memiliki hikmat ilahi itu—mungkin ia akan seperti para prajurit Israel lainnya,dipenuhi ketakutan. Dari kisah ini kita dapat memahami bahwa kronologi kekalahan umat Tuhan adalah sebagai berikut:
  1. Sebuah masalah datang
  2. Umat Tuhan tidak memiliki pengetahuan/hikmat yang tepat untuk mengatasi masalah
  3. Umat Tuhan dikalahkan oleh masalah

Maka berikut ini cara jitu menang atas masalah:
  • Masalah keuangan diatasi dengan hikmat/pengetahuan tentang keuangan
  • Masalah usaha diatasi dengan hikmat/pengetahuan tentang usaha
  • Masalah hutang diatasi dengan hikmat/pengetahuan tentang hutang
dan begitu seterusnya ...

Bila Anda sedang dikalahkan oleh sebuah masalah, maka segeralah luangkan waktu untuk mencari hikmat pada sang Sumber hikmat dan berdoalah minta hikmat kepada-Nya dengan penuh iman, kemudian gunakan (terapkan) hikmat yang Tuhan berikan, maka Anda menjadi seorang penakluk masalah.
Amsal 2:6, "Tuhanlah yang memberikan hikmat; dari Dialah manusia mendapat pengetahuan dan pengertian." IBIS
Yakobus 1:5, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah,"

Yedija Prima

seorang yang melayani Tuhan karena kehendak-Nya & karena Ia telah mati baginya

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form