JANGAN CUMA AMIN


Minggu itu dalam sebuah ibadah pagi, pak Pendeta dengan penuh semangat bertanya kepada para jemaat, "Siapa yang percaya hidupnya diberkati Tuhan?" Serentak jemaat pun mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya berseru, "Amiiiin!" Dan pak Pendeta pun melanjutkan, "Jika Saudara dan saya adalah anak-anak Tuhan, maka jangan kuatir, hidup kita pasti diberkati Tuhan." Maka seluruh jemaat kembali berseru, "Amiiiiiin ... ." Lalu gemuruh tepuk tangan jemaat langsung terdengar memenuhi gedung gereja, suasana sukacita mewarnai ibadah dan hati seluruh jemaat. Kemudian ketika jemaat pulang, mereka pulang dengan memegang teguh perkataan pak Pendeta bahwa mereka diberkati Tuhan.

Memang tidak ada yang salah dengan kisah minggu pagi di atas, namun sayangnya, untuk mengalami berkat Tuhan tidak cukup dengan mengamini perkataan "diberkati". Banyak umat Tuhan tidak mengetahui bahwa untuk menjadi orang yang diberkati ada caranya, simak saja ayat Firman Tuhan di bawah ini:

Amsal 10:6, "Berkat ada di atas kepala orang benar, ..."

Pertanyaan yang tepat untuk kita renungkan bila ingin mengalami berkat Tuhan: "Sudahkah kita hidup sebagai orang benar?" Orang benar adalah orang yang hidup seturut kehendak atau hukum (firman) Tuhan. Dengan kata lain, kita berhak atas berkat Tuhan bila kita hidup benar sesuai firman-Nya. Karena berkat Tuhan tidak pernah jauh dari Firman Tuhan.



Sebagai umat Tuhan ada baiknya bila kita tidak merasa puas hanya dengan mendengar dan mengamini pernyataan-pernyataan positif yang membangkitkan semangat dan meng-enakkan telinga kita saja. Sudah saatnya kita mulai mencari sungguh-sungguh kebenaran-Nya serta menerapkannya dalam hidup kita. Jangan jadi umat Tuhan yang bisanya hanya 'amin'. Dan bila Anda ingin mengalami berkat Tuhan, cari kebenaran-kebenaran tentang berkat Tuhan, lalu hiduplah dalam kebenaran-kebenaran tersebut.

Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Hari-hari ini, banyak dari kita cenderung makin mengabaikan kebenaran-kebenaran sederhana seperti ayat di atas contohnya.  Dan mulai lebih senang sekedar meng-aminkan pernyataan positif tanpa mau tahu bahwa ada bagian yang harus kita lakukan. Ayat di atas dengan jelas mengungkapkan bahwa bagian kita memprioritaskan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, bagian Tuhan menambahkan apa yang menjadi kebutuhan kita. Ada bagian yang harus kita lakukan, dan ada bagian yang Tuhan lakukan.

Bila kita sedang mengalami kekalahan dalam kehidupan, ada kemungkinan penyebabnya adalah, kita telah mengabaikan apa yang menjadi bagian kita untuk dilakukan, dan menuntut Tuhan melakukan bagian-Nya.

IKAN BURUNGKEHANCURAN EKONOMIAKHIR ZAMAN

Loading...
Share on Google Plus

About Yedija Prima

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment