Istilah “Zionis” sering muncul dalam berita internasional, diskusi politik, dan media sosial. Namun, maknanya kerap dipahami secara berbeda-beda. Ada yang melihatnya sebagai ideologi, ada yang mengaitkannya dengan negara tertentu, dan ada pula yang memahaminya sebagai istilah politik yang kontroversial.
Untuk memahami isu ini secara jernih, penting mengetahui pengertian Zionisme, latar belakang sejarahnya, serta bagaimana istilah ini digunakan dalam konteks global saat ini.
Pengertian Zionisme
Zionisme adalah gerakan nasionalisme Yahudi yang bertujuan mendirikan dan mempertahankan tanah air bagi bangsa Yahudi di wilayah yang secara historis dikaitkan dengan leluhur mereka. Dalam konteks modern, istilah “Zionis” merujuk pada individu atau kelompok yang mendukung gagasan tersebut.
Sebagai ideologi politik, Zionisme berfokus pada konsep penentuan nasib sendiri bagi suatu bangsa. Gerakan ini berkembang pada akhir abad ke-19, terutama di Eropa, ketika banyak komunitas Yahudi menghadapi diskriminasi dan pembatasan hak sipil.
Tokoh yang sering dianggap sebagai pelopor gerakan Zionisme modern adalah Theodor Herzl, seorang jurnalis dan pemikir politik yang mendorong pembentukan negara bagi bangsa Yahudi melalui dukungan internasional.
