Suatu kali, Salomo yang adalah raja pengganti Daud ayahnya, diperhadapkan pada suatu kasus, di mana dua orang wanita sedang memperebutkan seorang bayi (1 Raja-raja 3:16-28). Keduanya mengaku sebagai ibu dari si bayi dan minta keadilan dari Salomo, Salomo harus memutuskan siapa ibu yang sebenarnya.
Kalau sekarang, tentu kita akan melakukan tes DNA, sehingga bisa diketahui siapa ibu sang bayi. Masalahnya, di masa Salomo memerintah, tes DNA belum bisa dilakukan. Sehingga, kasus ini merupakan kasus yang sangat sulit dipecahkan. Namun seperti yang dikisahkan Alkitab, kasus bisa diselesaikan dengan benar dan adil. Karena dengan bantuan hikmat Tuhan, Salomo berhasil memutuskan siapa sebenarnya ibu sang bayi.
PENTINGNYA HIKMAT TUHAN
Salomo adalah penulis dari kitab Mazmur, Amsal, Pengkotbah dan Kidung Agung. Bila kita membaca kitab Amsal dan Pengkotbah, maka kita akan melihat betapa pentingnya hikmat Tuhan dalam kehidupan manusia.
Amsal 4:7, "Hikmat adalah hal yang terutama; karenanya dapatkan hikmat: dan dengan semua yang kaudapatkan dapatkan pengertian." KJV
Walau masih sangat muda, Salomo telah tahu betul bahwa hikmat Tuhan akan membuat orang berhasil dalam segala hal yang dikerjakan.
Pengkhotbah 10:10, "... tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
Perlu diketahui, usia Salomo ketika ia diangkat menjadi raja oleh Daud ayahnya, sekitar 15-20 tahun, masih sangat muda dan belum berpengalaman (1 Raja-raja 3:7). Sedangkan jumlah bangsa Israel yang ia pimpin seperti debu banyaknya, tidak terhitung (2 Tawarikh 1:9). Sebuah tanggung jawab yang besar. Karena itu ia mencari Tuhan dan meminta hikmat, supaya ia dapat melaksanakan tugas kerajaannya dengan baik juga benar.
Tuhan menghargai dan berkenan pada permintaan Salomo, karena ia lebih memilih mendapatkan hikmat dari pada hal-hal yang sangat diinginkan para raja (kekayaan, harta benda, kemuliaan, kemenangan atas musuh, dan umur panjang).
1 Raja-raja 3:10, "Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian."
Akibatnya, Tuhan memberikan hikmat yang ukurannya sangat-sangat besar melampaui semua orang berhikmat yang pernah hidup di bumi.
DAMPAK HIKMAT DALAM PEMERINTAHAN SALOMO
Sejak Salomo mendapat hikmat dari Tuhan, kerajaan yang dipimpinnya menjadi sangat berkembang, daerah kekuasaannya mulai dari sungai Efrat sampai negeri orang Filistin dan sampai ke tapal batas Mesir (1 Raja-raja 4:21). Bahkan pada masa Salomo memerintah, bangsa Israel mengalami kemakmuran yang sangat luarbiasa. Perak menjadi sesuatu yang tidak berharga, banyaknya emas dan perak sama seperti banyaknya batu, dan tingkat perekonomian orang Israel pun mencapai tingkat menengah-atas. (1 Raja-raja 10:21; 2 Taw. 1:15; 1 Raja-raja 9:22)
Itulah sebabnya dalam kitab Amsal, ia menasehatkan kepada setiap orang agar menyadari sungguh-sungguh bahwa mereka sangat membutuhkan hikmat Tuhan, dan jangan merasa diri sendiri bijak. hikmat Tuhan dapat membawa orang pada keberhasilan serta kehidupan yang unggul.
Kelemahan manusia yang terbesar adalah ...
- Cenderung mencari jalannya sendiri
- Cenderung mengandalkan hikmat-nya sendiri.
Hakim-hakim 21:25, "Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri."
MENJADI PENCARI HIKMAT
Pada dasarnya manusia sangat membutuhkan hikmat Tuhan, mengapa? Jawabannya sederhana, hikmat manusia sangatlah terbatas kapasitasnya.
Di hari-hari ini ketika goncangan ekonomi dan krisis keuangan kian meningkat, kita telah mendengar juga melihat, banyak pekerjaan dan karya manusia yang alami keruntuhan karena dibangun dengan hikmat mereka sendiri.
Hanya ada satu hikmat yang terbukti ketangguhan serta kekuatannya, yaitu hikmat Tuhan.
Agar seseorang mendapatkan hikmat dari Tuhan, maka ia harus mencari hikmat dalam kerendahan hati. Orang yang rendah hati akan mencari hikmat Tuhan dengan hati yang haus dan lapar, karena ia menyadari bahwa ia sangat membutuhkan hikmat Tuhan.
Tingkat kebutuhan seseorang akan hikmat Tuhan akan menentukan apakah ia akan mendapatkan hikmat Tuhan atau tidak. Seorang pencari hikmat sejati akan memilih mendapatkan hikmat ketimbang emas, perak bahkan batu-batu rubi (Amsal 8:11). Batu rubi adalah batu permata yang nilainya paling tinggi di antara batu-batu permata.
Amsal 8:11, "Karena hikmat lebih berharga dari pada permata (batu-batu rubi -KJV), apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya."
Pertanyaan yang patut kita renungkan di hari-hari ini adalah:
- Dengan hikmat manakah kita telah membangun hidup kita
- Seberapa besarkah kita sadar, bahwa kita membutuhkan hikmat Tuhan?
- Apakah kita seorang pencari hikmat?
Amsal 2:4-5, "... jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah."
